Sigap atas perubahan kurikulum, MTs Serba Bakti ikuti Workshop Kurikulum Merdeka
Para Kepala Madrasah dan Waka. Bidang Kurikulum di wilayah KKMTsN 2 Tasikmalaya, tak terkecuali utusan MTs Serba Bakti Suryalaya mengikuti kegiatan Workhshop Sosialisasi Kurikulum Merdeka dan Penyusunan KTSP pada Rabu kemarin (3/8/2022).

Ketua KKMTsN 2 Tasikmalaya, H. Husen, M.Pd. mewajibkan semua Guru (selain Kepala dan Wakakur) di lingkungan KKM binaannya untuk mengikuti Workshop tersebut secara daring via Youtube di Madrasahnya masing-masing.



Acara tersebut dibuka secara resmi pada Pukul 08.30 oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd. Pada sambutannya, orang nomor wahid di Kemenag Kab. Tasikmalaya tersebut menyampaikan bahwa semua peserta harus dapat mencerna materi dengan baik sehingga mampu menyampaikan kembali kepada orang lian, dan harus tuntas mengikuti kegiatan sampai selesai.

Ia pun menyampaikan bahwa tujuan digelarnya workshop ini antara lain untuk memperkuat pemahaman dan penguasaan pengimplementasian kurikulum merdeka, serta mempersiapkan guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran pada saat kurikulum merdeka akan diterapkan pada tahun pelajaran 2023/2024. “Sosialisasi ini penting walaupun tidak akan digunakan pada tahun ini. Tetapi dimana harus direalisasikan, kita sudah siap.” Ungkapnya.
Narasumber pada Workshop tersebut adalah Dra. N. Nur Syamsiah Bahrum, M.Pd. yang ditunjuk oleh Kepala Kementerian Agama Kab. Tasikmalaya. Diantara pemaparannya, pengawas madrasah yang pernah ditugaskan di wilayah KKMTsN 2 Tasikmalaya itu menyampaikan bahwa pada saat ini, sekolah/madrasah masih boleh memilih kurikulum yang akan digunakan di satuan pendidikan masing-masing. Pilihan kurikulum yang diberikan antara lain: Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka. Namun di tahun 2024 mendatang semua satuan Pendidikan wajib menggunakan kurikulum merdeka.

Ia pun menjelaskan bahwa esensi Kurikulum Merdeka adalah pendidikan berpatokan pada esensi belajar, di mana setiap siswa memiliki bakat dan minatnya masing-masing. Tujuan merdeka belajar adalah untuk mengejar dan memulihkan ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 secara efektif. Untuk saat ini Kurikulum 2013 tetap dapat digunakan sembari sekolah bersiap-siap untuk menerapkan kurikulum baru ini. Setiap satuan pendidikan dapat menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing.
“… Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran dalam waktu yang cukup lama. Hasil studi dan juga hasil ujian PISA telah menunjukkan bahwa banyak anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Terdapat kesenjangan pendidikan yang mencolok antar wilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Dan hal ini diparah dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda kurang lebih 3 tahun. Untuk memulihkan keadaan ini, diperlukan perubahan yang sistemik. Salah satunya melalui kurikulum sekolah. Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Merdeka dengan tujuan utamanya yaitu untuk memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama dialami anak-anak Indonesia.” Papar sosok yang akrab dipanggil Bunda itu.
Sekitar pukul 14.30 workshop Kurmer tersebut ditutup oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma), H. Agus Salman, M.Ag. Dalam amanatnya ia berpesan bahwa segala aktivitas dalam profesi keguruan hendaknya diniatkan sebagai Sunnah Rasul dan diniatkan untuk ibadah kepada Allah SWT. “Berdagang, berdakwah, dan mengajar adalah hal yang dilakukan Rasulullah. Kita berprofesi sebagai pengajar, maka kita mengikuti Sunnah Rasul.” Ucapnya.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
GTK MTs Serba Bakti Ikuti Khatmil Qur’an dalam Rangka HAB ke-80 Kementerian Agama
Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTs Serba Bakti turut mengikuti kegiatan Tasyak
MTs Serba Bakti Ikuti Undangan Kegiatan Koordinasi Tim Pendamping TASIK RANCAGE
MTs Serba Bakti turut berpartisipasi dalam kegiatan Koordinasi Tim Pendamping TASIK RANCAGE (Remaja dan Santri Cegah Anemia untuk Generasi Emas) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehata
Kepala MTs Serba Bakti Suryalaya Paparkan Capaian Strategis dalam PKKM 2025
TASIKMALAYA – Kepala MTs Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya, Nurhidayat, S.Ag., M.S.I., mengikuti agenda krusial Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahun 2025 yang d